MadyJewellery.id – Pasar emas telah berkecimpung mendekati titik resistensi kritis jangka panjang, dan menurut seseorang analis pasar, belum terdapat katalis yg kentara di pulang dorongan baru ini.
Dalam sebuah anotasi pada hari selasa, nicky shiels, kepala seni manajemen logam pada mks pamp, berkata bahwa Bila momentum teknis emas permanen pada kecepatan ketika ini, harga bisa mencapai titik tertinggi sepanjang masa dalam sepuluh hari. Emas berjangka bulan desember terakhir diperdagangkan pada $2,044.20 per ounce, naik 0,21% pada dini sesi perdagangan baru.
“sejak titik terendah/alas $1930, emas telah menguat dengan kecepatan +$8/hari ($88 pada 11 hari di saat penulisan). Bila nilai tetap dipertahankan, nilai bakal mencapai $dua.100 dalam 10 hari,” katanya. Tampaknya hal ini bakal terjadi dalam saat dekat, namun pasar sudah terbukti menunjukkan tren sampai alhasil tidak terjadi lagi, dan jalur yg paling sedikit resistensinya artinya naik, bukan turun.”
Shiels mencatat bahwa reli emas terjadi saat permintaan safe-haven geopolitik mulai berkurang, tanpa adanya narasi bullish yg jelas pada pasar.
Tetapi, beliau mencatat bahwa pelemahan dolar AS serta penurunan tajam imbal akibat obligasi AS sudah membantu mendorong emas ke level tertinggi pada enam bulan. Analis mengatakan bahwa dolar AS melemah karena penanammodal memperkirakan federal reserve akan mulai menurunkan suku bunga pada paruh pertama tahun depan.
“emas adalah indera pencegahan buat mendeteksi siklus penurunan suku bunga the fed,” istilah shiels. “dan seiring menggunakan desakan yg bagus berasal us$ yg sangat defensif dan imbal yang akan terjadi riil yg lebih rendah, harga tidak punya argumen buat menjual.”
Salah satu tren yg disoroti shiels merupakan poly kegiatan yang terjadi selama jam perdagangan asia. Dia mencatat bahwa nilai yang lebih tinggi mungkin ditimbulkan oleh pembeli yang agresif menguji pasar yg hampa. Namun, dia menambahkan bahwa ini bisa sebagai tren pembelian baru asal pembeli akbar mirip bank sentral negara berkembang dan biaya harta. Data sebelumnya menunjukkan bank sentral menggunakan sigap memanfaatkan penurunan harga.
“apa yang luar biasa merupakan rasa urgensi yg berasal asal [para peserta ini] dimana dalam dua tahun terakhir, penurunan ($1600, kemudian $1800, kemudian $1900) dikapitalisasi, kini alirannya masuk ke pasar lebih cepat,” katanya. “Jika ini ialah indikasi bahwa bank sentral mencari keamanan pada tengah gejolak (geopolitik), tatanan global yang lebih terpecah-belah, dan perkiraan terjadinya kembali “pergeseran seismik” moneter, maka kita perlu mengganti pandangan kita bahwa aktivitas bank sentral bakal mendukung tren bullish. . Tetap terlalu dini buat mengatakannya karena, informasi perlu dikonfirmasi serta terdapat banyak jebakan bullish pada $2000.”
Mengenai seberapa berkepanjangan harga emas pada level saat ini, shiels mencatat bahwa investor barat tetap enggan buat terjun, sebagai akibatnya ada ruang bagi harga buat berkecimpung lebih tinggi karena adegan pasar ini mulai memperhatikan pergerakan nilai.
“Penanammodal cuma membeli dua,3 juta oz dalam 10 hari terakhir dan sebagian akbar disebabkan sang posisi beli cot baru, menggunakan beberapa kegiatan opsi sayap yang pantas sedang dihukum,” ucapnya. “belum ada yg melampaui batas harga (yg ditunjukkan oleh volume), dan pembelian relatif agresif tetapi diukur pada aktivitas yang bekerjasama dengan penghasil & barang ampas. Forward emas tidak menunjukkan sesuatu yang mencurigakan. Kami umumnya melakukan reli yg konstruktif dan berhati dingin (volatil rendah) karena ada ruang untuk partisipasi fomo (yg bakal mendekati ath…) buat memperluas reli ke pada likuiditas yang tipis.”
Sumber : Kitco.com


