Madyjewellery.id – Pasar emas mencoba buat mempertahankan level dukungan kritis tetapi berjuang apalagi ketika aktivitas di sektor layanan AS terus melambat, berdasarkan data terbaru berasal institute for supply management (ism).
Kamis, ism mengatakan indeks manajer pembelian layanan turun ke pembacaan 52,7% bulan lalu, turun berasal pembacaan bulan juni sebesar 53,9%. Data tersebut pula meleset asal asumsi mufakat sebab para ahli ekonomi mengharapkan penurunan mungil sebagai 53,1%.
“terdapat sedikit kemunduran dalam tingkat pertumbuhan buat sektor jasa. Perihal ini sebagian akbar ditimbulkan oleh penurunan taraf pertumbuhan aktivitas bisnis, pesanan baru, serta lapangan kerja, dan saat pengiriman yg lebih cepat. Dominan responden sangat optimis tentang syarat usaha dan ekonomi secara holistik,” istilah anthony nieves, ketua komite survei bisnis layanan ism, dalam laporan tadi.
Pembacaan di atas 50% pada indeks difusi tersebut mengindikasikan pertumbuhan ekonomi dan kebalikannya. Semakin jauh suatu parameter berada pada atas atau di bawah 50%, semakin besar atau kecil tingkat perubahannya.
Informasi ekonomi yg mengecewakan tidak berdampak banyak di emas sebab permintaan safe-haven terus menguntungkan dolar AS. Nilai emas desember terakhir diperdagangkan di $1.971 per ons, turun 0,20% di hari itu.
Analis mengatakan bahwa $1.970 mewakili level dukungan penting, dan Bila tembus, harga mampu turun balik ke $1.900 per ons.
Andrew hunter, wakil kepala ekonom AS pada capital economics, mengatakan meskipun pertumbuhan ekonomi tangguh pada paruh pertama tahun 2023, data terbaru memberikan tetap banyak ketidakpastian pada masa depan.
“penurunan indeks jasa ism pada bulan juli mendeskripsikan bahwa meskipun risiko resesi mungkin mereda, itu tidak berarti ekonomi akan menikmati kinerja yang bertenaga selama paruh ke 2 tahun ini,” pungkasnya. “secara holistik, bukti survei tetap konsisten dengan pertumbuhan ekonomi yg relatif lemah dan penurunan tajam inflasi yg terus bersambung, membagikan sedikit kebutuhan bagi fed buat menaikkan suku bunga kebijakannya lebih jauh.”
sumber : kitco.com


