MadyJewellery.id — Harga emas berjangka mendapat dukungan hari ini karena investor terus bertaruh di penurunan suku bunga sang federal reserve di akhir tahun ini. Daya tarik logam mulia sebagai safe-haven jua mendapat dorongan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.
Meskipun ada sedikit kemunduran, ekspektasi terhadap penurunan suku kembang the fed pada beberapa bulan mendatang permanen tinggi. Pada pidatonya pada stanford graduate school of business, ketua fed jerome powell menegaskan tekad bank sentral buat menurunkan inflasi pulang ke target 2%, namun menekankan bahwa lanskap perekonomian secara holistik tetap positif.
Powell menyoroti pertumbuhan ekonomi yang kuat, pasar energi kerja yang tangguh, serta inflasi yang moderat, dengan berkata, “kami berpendapat bahwa penurunan suku bunga kebijakan kami tidak bakal tepat sampai kami memiliki agama yang lebih akbar bahwa inflasi bergerak turun secara berkelanjutan menuju dua%. Mengingat kekuatan ekonomi dan kemajuan inflasi sejauh ini, kita punya ketika buat membiarkan data yang masuk memandu keputusan kita tentang kebijakan.”
Meskipun ketua the fed serta aparat lainnya menekankan perlunya lebih poly data sebelum menurunkan suku bunga, sebuah ancang-ancang yang diperkirakan pasar finansial di bulan juni, penanammodal tetap yakin bahwa penurunan suku bunga bakal segera terjadi. Pasar berjangka saat ini berspekulasi kesempatan penurunan suku bunga sekitar 60% di rendezvous the fed bulan juni, dengan ekspektasi penurunan total sebesar 75 basis poin di akhir tahun.
Argumen buat merogoh sikap kebijakan fed yg lebih akomodatif semakin didukung oleh data ekonomi terkini, termasuk lonjakan tidak terduga pada klaim pengangguran AS serta pertumbuhan industri layanan yang lebih lelet. Sementara itu, risalah rendezvous teranyar bank sentral eropa (ecb) memberikan para pejabat melihat argumen yg lebih kuat buat memulai siklus penurunan suku bunga.
Selain taruhan penurunan suku kembang, nilai emas mendapat dukungan berasal permintaan safe-haven di tengah meningkatnya akibat geopolitik. Pembelian yang bertenaga sang bank sentral, terutama dari negara-negara emerging market, pula berkontribusi terhadap energi tarik logam mulia.
Ke depan, seluruh perhatian akan tertuju pada laporan pekerjaan AS untuk bulan maret, yg dijadwalkan buat dirilis pada hari jumat, lima april. Para ekonom memperkirakan perekonomian bakal menambah 200.000 pekerjaan di bulan lalu, menggunakan taraf pengangguran turun menjadi tiga,8% dan pendapatan per jam naik 0,3%. Laporan yg lebih lemah berasal perkiraan bisa semakin memicu ekspektasi akan terjadinya poros fed dalam waktu dekat.
Sumber : Kitco.com

