Madyjewellery.id – Harga emas terus bertahan buat mendukung sekitar $1.950 per ons karena berjuang buat menarik perhatian investor bullish; namun, salah satu pakar strategi pasar berkata bahwa logam mulia permanen dalam posisi yg baik buat mengambil laba asal status mata uang persediaan dolar AS yg melemah.
Dalam sebuah wawancara dengan kitco news, willem middelkoop, kreator dan kepala investasi commodity discovery fund, berkata bahwa pengumuman penurunan ranking utang AS berasal fitch ratings minggu kemudian mampu sebagai pemicu yg memicu api yang lebih akbar pada pasar finansial global.
Middelkoop menambahkan bahwa volatilitas baru-baru ini pada pasar obligasi sebab imbal yang akan terjadi bon 10 tahun bertahan lebih kurang 4% merupakan tanda bertenaga bahwa investor kehilangan kepercayaan pada dolar AS.
“pasar obligasi selalu benar. Ini berkisah ihwal sistem yg mogok,” katanya. “AS memiliki duduk perkara yg kentara tidak bakal pernah mereka selesaikan. Semakin banyak negara yang tidak lagi mendukung mekanisme dolar, dan saya pikir sebab itu pemerintah akan kesulitan menemukan pembeli yg relatif buat harta karun AS. Kita bisa memandang the fed segera turun tangan dan itu akan menarik buat emas .”
Middelkoop berkata investor terus melihat tanda-tanda bahwa pasar obligasi global mogok berasal beban defisit tumbuh. Di bulan oktober, pasar obligasi inggris mengalami krisis agama dari penanammodal selesainya perdana menteri yg baru diangkat liz truss mengeluarkan anggaran mini yang mengusulkan mutilasi pajak terbesar negara dalam 50 tahun.
Retakan baru timbul 2 minggu lalu setelah jepang melihat imbal akibat obligasi 10 tahun naik ke level tertinggi sembilan tahun.
“kami memandang gangguan pada pasar obligasi. Terdapat yg keliru,” katanya. “emas mungkin tak pribadi bereaksi terhadap tanda-tanda peringatan ini, tetapi pada akhirnya akan bereaksi.”
Dalam lingkungan ini, middelkoop berkata bahwa dia tidak terlalu memperhatikan aksi nilai jangka pendek emas karena pasar tetap didukung menggunakan baik oleh mendasar jangka panjang. Dia menambahkan bahwa peran emas sebagai logam moneter baru saja mulai meningkat seiring dengan momentum tren de-dolarisasi.
Middelkoop mencatat bahwa permintaan emas bank sentral terus mendominasi pasar, yang beliau perkirakan akan tetap terdapat selama bertahun-tahun.
Meskipun tidak mungkin dunia akan melihat baku emas baru dalam waktu dekat, middelkoop berkata bahwa masalahnya tidak hitam putih. Dia menyebutkan bahwa bank sentral memandang nilai emas sebagai aset yang likuid dan bisa dikonversi sebab mereka berbuat diversifikasi asal dolar AS. Dia mengatakan bahwa mata uang mungkin tidak didukung oleh emas , tetapi bakal permanen terkait dengan logam mulia.
“tren ini akan menyantap saat bertahun-tahun alias apalagi puluhan tahun buat dimainkan,” ucapnya. “kita bisa berharap dolar AS tidak akan turun tanpa perlawanan, tapi saya rasa kita tidak mampu mencari solusi biner lagi. Itu tidak bakal menjadi standar emas; itu apalagi tak bakal menjadi standar dolar atau baku yuan. Aku melihat perkembangan sistem paralel saat kita beralih berasal global mata uang unipolar ke multipolar. Kita akan mempunyai dunia multipolar buat saat yang relatif usang serta itu bakal indah buat emas .”
sumber : kitco.com



