Madyjewellery.id – Harga emas mengalami lonjakan signifikan pada hari kamis buat melampaui pivot kunci $1.800 per ons, karena prospek kenaikan suku bunga yang lebih lambat berasal federal reserve dan tanda-tanda pendinginan inflasi AS memberikan dukungan kepada logam yg tak menyampaikan imbal yang akan terjadi.
Emas spot naik 2,0% sebagai $1.802,10 per ons di pukul 12:40 et, sesudah mencapai setinggi $1.803,94 di awal sesi. Emas berjangka AS naik 3,2% diperdagangkan pada 1.816,70 per ons pada new york.
Mendaftar untuk intisari logam mulia
[ Klik di sini untuk bagan interaktif harga emas]
“kami sudah menetapkan tren naik harga pada grafik harian yang mengundang pembelian berbasis teknis… Kami melihat sikap dovish sang (koordinator fed jerome powell) mendukung pasar komoditas serta melihat indeks dolar AS mundur,” istilah jim wyckoff , analis senior pada kitco metals, dalam laporan reuters .
Di hari rabu, powell mengatakan telah waktunya buat memperlambat laju kenaikan suku bunga yang akan datang, namun menambahkan bahwa pengendalian inflasi “akan memerlukan kebijakan menahan di taraf yang membatasi untuk beberapa waktu”.
Dolar AS turun lebih dari 1% ke level terendah hampir empat bulan terhadap para pesaingnya menyusul komentar tadi, membentuk emas lebih murah buat pembeli pada luar negeri.
Pedagang ketika ini menilai probabilitas 91% bahwa fed menaikkan suku bunga sebanyak 50 basis poin pada 14 desember. Mendukung lebih lanjut taruhan seputar kenaikan suku bunga yang lebih lambat, data membagikan moderasi pada tren inflasi bulan lalu, menaikkan minat pada emas, kata para analis.
Di sisi teknis, emas diperdagangkan pada atas rata-rata konvoi 50 hari, 100 hari, serta 200 hari, yg disebut sebagai sinyal bullish sang para pedagang.
sumber : mining.com




