internasional dibuka turun pada perdagangan Senin pagi. Hal itu karena investor beralih ke aset berisiko di Asia, meskipun dolar alami pelemahan dan membuat emas batangan lebih menarik. Dilansir dari Economic Times pada Senin 30 Mei 2022, harga emas di pasar spot turun sebesar 0,2 persen ke level US$1.849,37 per ons. Sedangkan, emas berjangka AS turun sebesar 0,2 persen ke level US$1.848,50 per ons. Sementara itu, saham Asia pada hari ini menguat mengikuti wall street. Sedangkan, dolar terjepit di dekat posisi terendahnya dalam lima minggu terakhir karena investor khawatir pengetatan moneter AS pada Juni dan Juli. suku bunga dan imbal hasil obligasi jangka pendek AS yang lebih tinggi tercatat meningkatkan biaya peluang memegang emas batangan, sehingga tidak menghasilkan apa-apa.
sumber viva.co.id




