Penguatan harga emas global dibantu terpuruknya harga dolar Amerika Serikat (AS). Indeks dolar AS yang mengukur kinerja sigreenbackterhadap enam mata uang dunia lainnya menyusut ke ke 109, terendah sepanjang bulan ini.
Dolar AS melemah setelah kenaikan suku bunga acuan bank sentral Eropa (European Central Bank/ECB) mengerek suku bunga acuan sebesar 75 bps. Pelemahan dolar membuat emas menjadi menarik karena lebih murah sehingga makin terjangkau untuk dibeli.
“Dengan melihat level saat ini, emas sepertinya sudah keluar dari bottom meskipun masih dalam jangka pendek,” tutur Michael Langford, analis dari AirGuide, seperti dikuti dari Reuters.
Namun, Langford mengingatkan pergerakan emas masih rawan pelemahan ke depan mengingat ada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC).
FOMC akan digelar pada 20-21 September. Chairman the Fed Jerome Powell berkali-kali telah menegaskan komitmen bank sentral untuk memerangi inflasi.
Pasar berekspektasi jika bank sentral AS The Federal Reserve/the Fed akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 bps. Kenaikan suku bunga akan melambungkan dolar AS sehingga emas bisa kembali tertekan.
Sepanjang tahun ini emas biasanya langsung terpuruk menjelang pertemuan FOMC atau setelah kenaikan suku bunga acuan the Fed.
Harga emas bahkan sudah jatuh sekitar US$ 156 dari US$ 1.876 pada awal Mei menjadi di kisaran US$ 1.726 pada saat ini.Pelemahan dolar membuat emas menjadi menarik karena lebih murah sehingga makin terjangkau untuk dibeli.
Sumber : cnbc indonesia




