MadyJewellery.id – Tekanan inflasi yang lemah telah mendorong harga emas pulang kuat di atas $1.950 per ounce; namun, meskipun terjadi kenaikan pada hari selasa, keliru satu bank internasional berspekulasi nilai yg lebih rendah sampai akhir tahun karena ketakutan bakal perdagangan terus memudar.
Dalam kajian emas terbarunya, bernard dahdah, analis logam mulia di natixis, mengatakan bahwa nilai emas bisa turun 4% lagi, mendorong nilai kembali di bawah $1.900 per ounce karena ketegangan geopolitik pada timur tengah stabil serta perang israel dengan hamas tetap dependen pada perbatasan gaza. . Tetapi, walau mempunyai prospek bearish jangka pendek, dahdah mengatakan beliau melihat potensi jangka panjang logam mulia sampai tahun 2024 serta 2025.
Pandangan kami adalah bahwa apalagi Jika terjadi koreksi, nilai emas diperkirakan akan mendapat dukungan karena the fed mulai menurunkan suku kembang, yang berdasarkan kami bakal dilakukan paling sigap di bulan mei,” pungkasnya pada laporan tadi. “meskipun kita melihat nilai emas bakal turun pada waktu dekat, sebab gencatan senjata jangka panjang yang pada akhirnya bakal terjadi, harga emas bakal permanen rata-rata $1.883/oz di tahun 2024 dan naik ke homogen-rata $1.918/oz pada tahun 2025.”
Emas berjangka bulan desember terakhir diperdagangkan pada $1,968.10 per ounce, naik hampir 1% hari ini karena penanammodal terus mencerna laporan indeks nilai konsumen teranyar. Data inflasi hari selasa terus mendukung ekspektasi bahwa federal reserve akan menaikkan suku kembang dalam siklus pengetatan ini. Cpi bulan oktober membagikan inflasi naik 3,dua% dalam 12 bulan terakhir. Ini merupakan kenaikan terlemah sejak desember 2021.
Menurut cme fedwach tool, pasar memandang peluang nyaris 100% bahwa federal reserve akan mempertahankan suku kembang tak berubah di bulan depan. Pasar berspekulasi penurunan suku kembang pertama bakal terjadi di bulan mei, menggunakan total 3 kali penurunan suku bunga hingga tahun depan. Meskipun federal reserve telah melakukan pengetatan suku kembang, mereka menyampaikan isyarat bahwa mereka bakal terus mempertahankan suku bunga restriksi di masa mendatang buat memastikan inflasi berada di jalur yg sempurna buat pulang ke target dua%.
Dalam komentar yg dirancang pada acara yg diselenggarakan sang biaya moneter internasional (imf), ketua fed jerome powell berkata bahwa komite tadi “tidak konfiden” bahwa mereka telah berbuat cukup banyak buat menurunkan inflasi. “Bila dibutuhkan pengetatan kebijakan lebih lanjut, kami tidak akan ragu buat melakukannya,” ujarnya pada acara tadi. “namun, kami bakal terus berkecimpung menggunakan hati-hati, sehingga memungkinkan kami mengatasi risiko dijerumuskan sang informasi beberapa bulan yg indah serta akibat pengetatan yg hiperbola.”
Sumber : Kitco.com




