Harga emas sedikit turun di hari senin, bertahan pada kisaran perdagangan ketat yg kelihatan selama tiga minggu terakhir sebab pasar berubah hati-hati menjelang data inflasi konsumen AS yg bakal datang serta rendezvous federal reserve.
Logam kuning melihat beberapa dukungan minggu kemudian sebab beberapa data tenaga kerja yg lemah mendorong ekspektasi bahwa fed akan melewatkan kenaikan suku kembang di akhir rendezvous 2 hari di hari rabu.
Data inflasi, yg bakal dirilis di hari selasa, pula diharapkan menjadi faktor pada keputusan fed , mengingat bahwa tujuan utama bank sentral dalam siklus kenaikan suku kembang ini adalah buat menurunkan inflasi. Sementara inflasi jauh pada bawah level tertinggi 40 tahun yang terlihat sampai 2022, itu tetap pada atas target tahunan fed dua%.
Emas spot turun sedikit ke $1.958,94 per ons, ad interim emas berjangka turun 0,2% menjadi $1.973,30 per ons pada pukul 20:44 et (00:44 gmt).
Emas dalam kisaran perdagangan yang ketat di tengah fed, ketidakpastian ekonomi
Nilai emas telah terjebak pada kisaran perdagangan antara $1.930 serta $2.000 per ons selama 3 minggu terakhir, dengan ketidakpastian ekonomi dan kebijakan moneter memperlihatkan sedikit isyarat buat breakout.
Emas berdiri untuk mendapatkan keuntungan asal potensi jeda oleh fed, dan diperkirakan akan melihat peningkatan permintaan safe haven sebab syarat ekonomi global yg memburuk tahun ini. Tetapi mengingat suku kembang AS kemungkinan bakal tetap lebih tinggi buat waktu yg lebih lama , kenaikan logam kuning mungkin dependen karena pengembalian utang tampak lebih menarik.
Kenaikan suku bunga sudah memukul nilai emas hingga tahun 2022, sebab the fed memberlakukan langkah pengetatan moneter yg paling agresif sejak krisis finansial tahun 2008. Tetapi prospek jarak pada tahun 2023 menghasilkan emas tetap optimis sepanjang tahun ini.
Logam mulia lainnya pula turun di hari senin, dengan platinum berjangka turun 0,1%, sementara perak turun 0,4%.
Tembaga menunggu stimulus china
Pada sisi lain, harga tembaga sedikit naik di hari senin, memulihkan beberapa penurunan yang terbaru karena pedagang menunggu lebih banyak isyarat berasal importir komoditas primer china.
Tembaga berjangka naik 0,tiga% menjadi $3,7707 per pon.
China, importir tembaga terbesar pada global, diperkirakan bakal meluncurkan lebih banyak ancang-ancang stimulus di bulan juni, dengan pasar memposisikan potensi penurunan suku bunga sang bank masyarakat karena pemulihan ekonomi di negara tadi kehabisan energi.
Sejumlah data ekonomi china yg lemah sudah mendorong nilai tembaga ke posisi terendah enam bulan pada bulan mei, menggunakan logam merah masih berjuang buat pulih.
sumber : investing.com


