Madyjewellery.id – Desakan singkat emas semalam ke rekor tertinggi pada atas $2.080 per ons bisa menjadi dini berasal reli jangka panjang hingga 2023 sebab ketidakpastian pasar dan kekhawatiran penanammodal mendorong harga pasar, menurut salah satu ahli seni manajemen pasar.
Pada sebuah wawancara dengan kitco news, george milling-stanley, kepala seni manajemen emas di state street dunia advisors, mengatakan beliau berspekulasi permintaan safe-haven akan membayangi kenaikan suku bunga lagi dari federal reserve.
“saya tidak berpikir kita telah memandang puncak emas baru saja,” ucapnya. “aku pikir emas berada dalam posisi yg solid buat naik lebih tinggi.”
Komentar tadi muncul karena nilai emas diperdagangkan turun asal rekor tertingginya tetapi permanen berharta di daerah positif yg bertenaga. Emas berjangka juni terakhir diperdagangkan pada $dua.057,30 per ons, naik 1% di hari itu.
Ad interim milling-stanley bullish di emas, dia menambahkan bahwa investor perlu berhati-hati karena volatilitas bisa meningkat dalam ketika dekat karena sebagian besar pasar mengabaikan prospek federal reserve. Sesudah menaikkan suku bunga sebesar 25 pedoman poin rabu, federal reserve memindahkan kebijakan moneternya ke posisi yg lebih netral. Tetapi, powell sangat kentara bahwa bank sentral tidak siap buat berbuat pelonggaran suku kembang kapan pun tahun ini.
“kami di komite berpandangan bahwa inflasi tidak akan turun secepat itu,” istilah powell dalam konvensi persnya rabu. “ini akan menyantap ketika, serta di dunia itu, Bila ramalan itu sahih secara luas, tidak sempurna buat memangkas suku kembang dan kami tidak akan memangkas suku kembang.”
Terlepas asal prospek ini, cme fedwatch tool membagikan pasar mengharapkan suku kembang buat mengakhiri tahun 100 pedoman poin lebih rendah, menggunakan penurunan suku kembang pertama pada dini juli.
“pasar mempercayai apa yang mau dipercayai itu rawan,” istilah milling-stanley. “powell melihat tidak ada ruang buat kenaikan suku kembang tahun ini serta saya cenderung mempercayainya. Terakhir kali dia berpikir bahwa pasar tak mendengarkannya trend panas kemudian, dia keluar dan menampar mereka menggunakan relatif keras. Jika inflasi tidak terjadi, tidak relatif keren, powell akan mempertinggi suku bunga di bulan juni.”
Meskipun siklus pengetatan federal reserve mungkin belum berhujung, milling-stanley mengatakan beliau tidak mengharapkan sikap ini berakibat poly di emas. Beliau menambahkan bahwa federal reserve tetap mendekati akhir asal daur pengetatannya dan pada lingkungan ini, dolar AS akan terus berjuang.
“dolar AS mencapai puncaknya di bulan oktober serta kami belum melihat poly penguatan semenjak itu. Bila fed mendekati akhir asal daur pengetatannya, maka dolar AS tidak bakal banyak menjadi bahaya bagi emas,” pungkasnya.
Milling-stanley berkata bahwa dia mengharapkan permintaan safe-haven untuk emas menjadi pendorong emas terbesar. Dia menambahkan bahwa emas tetap menarik, khususnya sebab krisis perbankan tetap jauh dari selesai.
“kami tidak memandang adanya kelemahan dalam permintaan investasi barat buat emas pada ketika dekat,” katanya. “penanammodal mencari perlindungan buat berbuat lindung nilai terhadap resesi, inflasi, gejolak pasar, serta potensi krisis perbankan.”
Menambah prospek bullish milling-stanley adalah kinerja emas buat mempertahankan level dukungan yang solid pada kurang lebih $dua.000 per ons . Dia menjelaskan bahwa permintaan bank sentral membangun lantai yg kokoh pada pasar dan tren ini diperkirakan tidak akan berhujung.
“bank-bank sentral terlalu terekspos terhadap dolar AS dan sangat kurang terekspos terhadap emas dan inilah kenapa mereka akan menjadi pembeli emas yg stabil dan ini tidak ada hubungannya menggunakan nilai sama sekali,” katanya.
sumber : kitco.com



