Dolar AS baru saja mengalami penurunan mingguan terbesar pada tahun 2022. Pada hari senin indeks dolar dibuka pada lebih kurang 111,034 serta di 15:23, est saat ini permanen serta ditutup di 106,275. Pada satu minggu, indeks dolar AS kehilangan 4,824 poin yg ialah persentase penurunan – 4,286%.
Selama basis emas berjangka minggu yg sama, kontrak desember 2022 paling aktif dibuka di $1678,40 dan di 15:23, est waktu ini ditetapkan pada $1769,80 yg adalah keuntungan higienis $91,40 atau keuntungan bersih + lima,445%.
Ini berarti bahwa pelemahan dolar minggu ini menyumbang 78,15% asal keuntungan yg terlihat pada emas, dan 21,285% sisanya secara pribadi disebabkan oleh pelaku pasar yg menawar logam mulia lebih tinggi. Dengan istilah lain, pelemahan dolar merupakan kekuatan pendorong pada belakang reli emas yang terbaru dan menyumbang sekitar 4/5 asal keuntungan yang direalisasikan pada emas berjangka minggu ini.
Apa yang mengakibatkan dolar AS turun begitu poly minggu ini
Indeks dolar didesain di tahun 1973 buat menilai nilai dolar AS terhadap mata uang primer dunia lainnya. Indeks dolar ditimbang terhadap sekeranjang enam mata uang asing menggunakan bobot tidak selaras yg diberikan buat setiap mata uang. Enam mata uang asing yang dipergunakan untuk menilai nilai indeks dolar artinya; euro – 58%, yen jepang – 14%, pound inggris – 12%, dolar kanada – 9%, krona swedia – 4%, dan franc swiss – 4% berat.
Keliru satu komponen yg mendorong perubahan nilai dolar AS artinya imbal yang akan terjadi berasal pembelian treasuries amerika serikat. Dolar AS sangat sensitif terhadap imbal yang akan terjadi instrumen utang AS mirip treasuries mirip obligasi 30 tahun atau catatan 10 tahun. Saat imbal akibat naik pada obligasi AS serta mencatatnya, hal itu menarik investasi asing ke dalam aset tetap yg mempunyai imbal akibat yg menguntungkan, yg membutuhkan dolar buat dibeli sehingga mempertinggi nilai indeks dolar. Kebalikannya saat imbal hasil obligasi serta surat utang AS turun, hal itu menyebabkan kebalikannya sebab dolar kehilangan nilainya karena investor asing mengalokasikan pulang investasi dalam instrumen utang AS ke aset permanen lainnya yang menawarkan imbal akibat yg menguntungkan.
Minggu ini bls melaporkan bahwa indeks cpi buat oktober meningkat hanya 7,7% tahun-ke-tahun. Ini adalah nilai indeks harga konsumen terendah semenjak januari tahun ini ketika ihk berada di 7,lima%. Tabel di atas berasal berasal cpiinflationcalculator.Com dan dengan jelas memberikan bahwa taraf inflasi oktober ialah salah satu dari tiga bulan tahun ini yang berada pada bawah 8%. Taraf inflasi tahunan rata-rata untuk tahun 2022 ketika ini berada di 8,38% dari tahun ke tahun.
Pada januari 2022, inflasi berada pada 7,lima year-over-year. Inflasi akan naik menjadi 8,5% tahun-ke-tahun pada bulan maret saat federal reserve masuk dan memulai kenaikan suku bunga pertamanya semenjak 2018 sebanyak 25 basis poin. Namun, inflasi terus melonjak lebih tinggi dan mencapai puncaknya di bulan juni di 9,1% tahun-ke-tahun. Asal juli sampai agustus inflasi yang diukur melalui indeks harga konsumen perlahan menurun.
Selama minggu terakhir september, indeks dolar mencapai nilai tertinggi tahun ini di sekitar 114,793. Semenjak itu, dolar telah kehilangan nilai yg luar biasa sebab sentimen pasar mulai bergeser pada bawah perkiraan bahwa federal reserve akan memperlambat kenaikan suku bunga yang agresif sebab sekarang berdampak pada penurunan inflasi.
sumber : kitco.com

