Madyjewellery.id – China telah mengkonfirmasi apa yg telah lama dicurigai oleh poly analis komoditas terjadi hampir sepanjang tahun ini: emas lagi dimuat.
Rabu pagi, people’s bank of china melaporkan membeli 32 ton emas di november. Dari laporan, bank sentral membeli emas ketika harganya kurang lebih $1.650 per ons.
Pada komentar twitter, krishan gopaul, analis pasar senior eropa, timur tengah, dan asia pada world gold council, mencatat bahwa ini merupakan pertama kalinya bank sentral mengumumkan perubahan cadangan emasnya sejak september 2019.
Gopaul menambahkan bahwa cadangan emas china kini mencapai 1.980 ton.
Sementara pengumuman asal bank sentral china datang-tiba timbul, tidak mengherankan sebab banyak analis berspekulasi bahwa negara tadi sudah menciptakan cadangan emasnya hampir sepanjang tahun.
Bulan lalu dewan emas dunia mengatakan bahwa bank sentral membeli 400 ton emas pada kuartal ketiga. Wgc mencatat bahwa ini adalah 1/4 permintaan terbesar dari sektor ini, dari catatan mereka.
Namun, wgc pula mencatat bahwa banyak dari emas ini dibeli secara anonim.
“tidak seluruh forum resmi secara terbuka melaporkan kepemilikan emas mereka atau mungkin melakukannya menggunakan lambat,” catat wgc dalam laporan bulan lalu.
Dalam sebuah wawancara menggunakan kitco news, juan carlos artigas, ketua penelitian dunia pada dewan emas dunia, berkata pembelian emas terbaru china sejalan dengan kegiatan sebelumnya.
Dia menambahkan bahwa beliau tidak bisa berspekulasi mengapa china mengumumkan pembelian terbarunya.
“ini artinya kelanjutan berasal tren china. Bank sentral terus memakai emas buat mendiversifikasi cadangan mereka,” ucapnya. “berdasarkan saya ini bukan aktivitas yg tidak biasa pada china.”
Di luar hanya satu pembelian bank sentral, artigas berkata bahwa ini merupakan gambaran kecil dalam tren yang jauh lebih besar . Beliau mencatat bahwa bank sentral telah menjadi pembeli bersih emas selama 13 tahun terakhir berturut-turut.
“apa yang telah kita lihat dan perkirakan akan terus kita lihat ialah bahwa bank sentral terus mendiversifikasi cadangan mereka dan melakukan lindung nilai terhadap risiko dengan emas,” pungkasnya.
Nicky shiels, ketua taktik logam pada mks pamp, berkata saat pengumuman bisa lebih signifikan daripada jumlah yang dibeli.
Dalam sebuah komentar pada twitter, dia mencatat bahwa china memperbarui cadangannya menyusul meningkatnya obrolan pasar ihwal perdagangan emas buat minyak.
“ketika deglobalisasi semakin cepat, negara-negara non-g-10 diharapkan buat ‘mengkomodifikasi ulang’ serta menaikkan kepemilikan emas; narasi de-dolarisasi menerima daya tarik,” ucapnya.
Marc chandler, direktur pelaksana pada bannock dunia forex, berkata dalam sebuah komentar pada kitco news, bahwa pembelian china artinya penurunan dibandingkan dengan keseluruhan cadangan mereka.
“kedengarannya poly, akan tetapi jika dilema diversifikasi, itu mungil,” katanya. “saya pikir kiprah dolar menjadi mata uang cadangan safety dan diversifikasi dolar menjadi emas sederhana dan tidak krusial buat dolar dan mungkin buat pasar emas itu sendiri.”
sumber : kitco.com


