Madyjewellery.id -Pasar emas terus mempertahankan kenaikan yg solid setelah mencapai level tertinggi dalam 2 minggu semalam; namun, menurut beberapa analis, logam mulia mungkin menghadapi tantangan jangka cepak karena inflasi masih permanen tinggi.
Pada hari kamis, departemen tenaga kerja AS berkata indeks nilai konsumen yang sangat dinanti-nantikan naik 0,4% bulan lalu, menyusul kenaikan 0,6% pada bulan agustus. Data tersebut lebih baik dari perkiraan, sebab para ahli ekonomi memperkirakan kenaikan sebesar 0,3%.
Laporan tadi mengatakan inflasi pada 12 bulan terakhir naik 3,7%, tidak berubah berasal nomor bulan agustus. Inflasi tahunan pula sedikit lebih tinggi berasal perkiraan, karena perkiraan mufakat berspekulasi kenaikan sebanyak 3,6%.
Pasar emas tidak memandang adanya reaksi besar terhadap data inflasi teranyar; namun, laporan tadi tampaknya sudah memperlambat momentum bullishnya. Emas berjangka bulan desember terakhir diperdagangkan di $1,893.30 per ounce, naik 0,32% hari ini.
Meskipun inflasi umum lebih tinggi dari asumsi, nilai konsumen inti, tak termasuk bahan pangan dan tenaga, meningkat sesuai dengan asumsi. Laporan tadi mengungkapkan bahwa inflasi inti naik 0,tiga% pada bulan september, menyusul kenaikan di bulan agustus sebesar 0,3%.
Dalam 12 bulan terakhir, inflasi inti naik 4,1%, istilah laporan itu; hal ini jua sejalan dengan asumsi mufakat.
Meskipun emas tampaknya mendapatkan data inflasi teranyar menggunakan tenang, ada akibat yg semakin besar bahwa kenaikan inflasi yg terus-menerus bisa memaksa federal reserve buat menaikkan suku kembang di pertemuan bulan depan. Sejauh ini, ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga tetap sangat rendah, yaitu kurang lebih 5,5%.
Nomor inflasi teranyar muncul sehari sehabis federal reserve mengakui meningkatnya risiko penurunan perekonomian pada selebaran rendezvous kebijakan moneter bulan september. Namun, bank sentral berkata pihaknya permanen fokus buat menurunkan inflasi ke sasaran 2%.
“seluruh peserta setuju bahwa kebijakan harus permanen bersifat restriktif buat beberapa waktu sampai komite yakin bahwa inflasi beranjak turun secara berkepanjangan menuju tujuannya,” istilah selebaran tadi. “beberapa peserta berkomentar bahwa, dengan kemungkinan suku kembang kebijakan berharta pada alias mendekati puncaknya, penekanan keputusan dan komunikasi kebijakan moneter harus bergeser dari seberapa tinggi suku kembang kebijakan wajib dinaikkan ke berapa lama suku bunga kebijakan harus dipertahankan pada taraf yg membatasi.”
“indeks tempat tinggal artinya kontributor terbesar terhadap kenaikan bulanan semua barang, yang menyumbang lebih dari 1/2 kenaikan tadi,” kata laporan itu.
Harga bensin yang lebih tinggi jua berkontribusi terhadap peningkatan inflasi. Indeks bensin naik dua,1% bulan kemudian. Indeks tenaga penuh naik 1,5% bulan lalu, istilah laporan itu.
Laporan tadi pula mencatat bahwa harga pangan sepertinya relatif stabil dengan indeks pangan naik 0,dua% pada bulan september, kenaikan yg sama kelihatan pada bulan agustus serta juli.
Andrew hunter, wakil ketua ekonom AS di capital economics, berkata tidak terdapat data inflasi teranyar yg bakal memaksa federal reserve mempertinggi suku bunga bulan depan.
“kami terus memperkirakan penurunan inflasi yg lebih cepat serta pertumbuhan ekonomi yg lebih lemah akan menyebabkan penurunan suku kembang yg jauh lebih proaktif di tahun depan dibandingkan perkiraan pasar,” pungkasnya.
Sumber : Kitco.com



